Sabtu, 12 Januari 2019

CERPEN_01


SAHABAT YANG HILANG

          Namaku Serly, aku sedang duduk termenung dibawah pohon mangga yang penuh dengan kenagan bersamanya. Hatiku diselimuti kerinduan kepadanya. Empat tahun lalu aku selalu bersamanya dalam suka maupun duka.
          Dia adalah sahabat lelakiku Heikal. Sepanjang hari aku dan Heikal menghabiskan waktu bersama. Awal persahabatanku dimulai ketika Heikal mengajakku bermain bulutangkis dan kebetulan dia adalah tetangga sebelah rumah nenekku.
" Hey kamu mau ikut  main gak?" ucap Heikal melambaikan tanggannya kepadaku
" Iya ayo..." ucapku menghampirinya
           Sore ini, aku dan Heikal menghabiskan waktu dengan bermain bulutangkis. Hingga tak terasa hari mulai gelap.
" Udah gelap nih aku pulang dulu ya Kal" ucapku setengah pergi
" Hm.. iyaa tapi tunggu dulu" ucap Heikal dengan geroginya
" Tunggu apa?.." tanyaku kebingungan.
            Kemudian dia menarik tanganku dan memberikanku sebuah gelang yang sama dengannya.
" Ini untuk kamu, kamu maukan jadi sahabat aku?" ucap Heikal berharap
" Wahh bagus... iya iya aku mau" ucapku tersenyum
            Sesampainya aku dirumah, aku lekas mandi dan segera shalat magrib. Setelah itu aku langsung pergi kekamar. Dikamar aku membayangkan wajah dan senyuman Heikal tadi. Tak terasa aku tertidur dengan lelap. Ayam sudah berkokok aku lekas bangun dari tidurku.
            Hari ini adalah hari libur sekolah semester 2, Heikal mengajakku bermain dibawah pohon mangga, kemudian Heikal dan aku memperindah tempat itu. 
            Keesokan hari, dipagi yang cerah ini ternyata ibu dan adik Heikal harus pergi pulang kampung karena harus merawat neneknya yang sedang sakit. Sekarang Heikal hanya tinggal berdua dengan ayahnya saja. 
            Hari demi hari kami membuat kenangan bersama. Hingga suatu hari Heikal berpamitan untuk pindah ke kampung halaman ibunya.
" Aku besok mau pindah ke rumah nenekku untuk menyusul ibu dan adikku."ucap Heikal berpamitan padaku
" Yahh... tapi kamu jangan lupain aku ya " ucapku berharap
" Iya aku ga akan ngelupain kamu. Kamu juga jangan lupain aku ya" ucap Heikal tersenyum 
" Iyalah aku ga akan ngelupain kamu " ucapku membalas senyumnya
             Keesokan harinya, Heikal dan ayahnya berpamitan kepada keluargaku bahwa mereka akan pindah. Dan kini sahabatku itu telah pergi meninggalkanku.
             Beberapa tahun telah berlalu, aku sangat merindukan dirinya. Aku berusaha mencari informasi di sosial media. Aku menemukan keterangan tentangnya tapi ternyata akun sosial medianya dia sudah tidak aktif. 
             Aku sangat ingin bertemu dengan dirinya lagi, agar aku dapat mengobati rasa rindu ini.
            
         

83 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Kurang rapi dalam penulisan, ceritanya lumayan buat yg masih tahap belajar,, siiiip

    BalasHapus
  3. Ntapss 👌, terus diasah buat bikin cerpennya yaa..semangatt 💪

    BalasHapus
  4. Keren, semoga cepet ketemhu heikal nya Yasa

    BalasHapus
  5. Hm...h semoga cpet ktmu tu si heikalnya

    BalasHapus